Senin, 18 Januari 2010

Berwisata Ke Bangka Belitung


Selama ini Pulau Bangka terkenal sebagai penghasil timah terbesar di Indonesia, dan sebagai pulau lada putih yang termashur hingga ke mancanegara. Menurut sejarahnya, nama Bangka berasal dari kata ”Wangka” yang berarti timah.

Kata wangka tertoreh pada prasasti Kerajaan Sriwijaya yang ditemukan dekat Kota Kapur, Bangka Barat yang bertarikh 686 Masehi. Prasasti ini tersimpan di Museum Nasional Jakarta. Timah ditemukan pertama kali di Pulau Bangka sekitar tahun 1709, oleh orang-orang Jahore, yang untuk pertama kali digali di daerah Sungai Olin, Kecamatan Toboali.

Pada abad VII, pulau Bangka mulai dikunjungi orang-orang Hindu dari Siantan, Jahore, Malaysia dan Mataram. Kehadiran para pendatang itu, kemudian disusul oleh bangsa Belanda Lalu Inggris dan Jepang saat Perang Dunia II berkecamuk.

Secara Geografis, sebelah utara Pulau Bangka berbatasan dengan Laut Cina Selatan, sebelah barat dengan Selat Bangka dan Selat Gaspar, sebelah Selatan Laut Jawa, sebelah timur dengan Laut Cina Selatan dan dua selat, yakni Selat Karimata dan Selat Gaspar. Secara astronomis, Pulau Bangka berada pada posisi 1′ 30” 3′ 7” Lintang Selatan dan 105′ 107′ Bujur Timur. Luas Pulau ini mencapai ± 11.615 km persegi, dengan kondisi topografi terdiri dari daratan rendah berbukit, rawa-rawa dengan hutan tropis, serta dikelilingi oleh pantai berpasir putih, pemandangan indah serta laut yang jernih.

BANGKA

Pulau Bangka berpenduduk ± 825.236 jiwa dengan kepadatan rata-rata 382.172 jiwa/km2, dengan pertumbuhan penduduk rata-rata 0,22/tahun. Penduduk pulau ini beraneka ragam etnik dari seluruh Indonesia . Mata pencaharian penduduk, ± 66% masih tergandung pada lahan pertanian. Penduduk asli Pulau Bangka memiliki karakter tersendiri yang terbentuk dari pengaruh lingkaran agama dan budaya. Sebagian besar penduduk beragama Islam di samping Kristen, Hindu, Budha dan Kong Fhu Chu.

Di daerah ini banyak sekali tempat wisata yang bisa kita kunjungi, diantaranya adalah Pantai Matras, Pantai Tanjung Pesona. Di pantai tersebut, pengunjung akan menemukan pemandangan pasir putih nan halus bagai mutiara dan pemandangan alam yang mempesona. Hamparan pasir menyatu dengan bebatuan indah di sekitarnya. Panjang pantai ini mencapai 3 km dan lebar 20-30 m yang dilatarbelakangi pepohonan kelapa dan aliran sungai yang jernih dari daratan menuju laut.

Oleh karena keelokan pemandangan dan suasananya, pengunjung sering menyebut pantai ini sebagai “Pantai Surga”. Di antara pantai-pantai indah yang ada di Bangka Belitung, pantai ini merupakan yang paling banyak dikunjungi wisatawan, baik oleh masyarakat Bangka sendiri ataupun wisatawan luar daerah dan mancanegara.

Keistimewaan pantai ini adalah pasir putihnya yang halus, nyiur yang melambai-lambai, dan aliran sungai alami. Keistimewaan lain, lokasinya yang nyaman dan tenang akan memberikan keleluasaan kepada para pengunjung untuk menyantap makanan sambil bersandar di bebatuan alam dan menikmati keindahan suasana pantai.

Pantai indah ini terkenal dengan nama Pantai Matras karena terletak di desa Matras, Kelurahan Sinar Jaya, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka. Terletak di sebelah timur laut Pulau Bangka dan berjarak sekitar 40 km dari Pangkalpinang atau 7 km dari kota Sungailiat. Pengunjung disarankan menggunakan kendaraan sendiri atau taksi dari Sungailit atau Pangkalpinang menuju ke Pantai Matras. Perjalanan dari Pangkalpinang menuju ke lokasi kurang lebih membutuhkan waktu 1 jam dengan jalanan yang naik turun (bergelombang).

Di sekitar lokasi pantai terdapat beberapa hotel, penginapan, layanan tour/travel, dan tempat hiburan. Terdapat juga pusat-pusat penjualan souvenir dan makanan khas Bangka seperti Kemplang Panggang, Kerupuk Ikan, Keretek Ikan/Cumi, Rusip, Belacan/Trasi, Lada Bubuk, dan sebagainya.

BELITUNG

Meskipun dalam beberapa hal Belitung banyak persamaannya dengan Bangka, yaitu pantai indah, laut biru, pasir putih, dan terumbu karang, Belitung memiliki keunikan tersendiri. Pantai yang lebih spesifik dengan bebatuan yang seolah disusun oleh tangan manusia. Keindahan alam ditambah keanekaragaman flora dan fauna serta kekayaan tradisi dan budaya menjadikan geliat pariwisata Belitung sungguh mencengangkan.

Untuk kedepannya besar kemungkinan bahwa pariwisata Belitung merupakan pesaing tangguh bagi pariwisata Bangka, tempat ibu kota provinsi. Pulau mana yang akan unggul? Waktulah yang akan menjawab. Sengaja atau tidak, dengan trik dan kiat masing–masing, dua pulau dalam satu provinsi ini bersaing memperebutkan wisatawan, terutama wisatawan nusantara. Promosi pariwisata yang gencar dan menyeluruh dilakukan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) untuk menggaet wisatawan ke Babel, dianggap belum cukup.

Dua kabupaten ini melakukan promosi lagi sendiri–sendiri, mengisi segala ruang yang tidak terjamah oleh provinsi, seperti menerbitkan buku panduan, leaflet, CD, yang semuanya rancak. Persamaan lainnya ialah penghasil timah dan lada. Tetapi, kerusakan lingkungan sungai, kehancuran akibat tambang timah rakyat di Belitung tidak separah di Bangka.

Di Belitung juga ada bandara yang bisa didarati pesawat Boeing 737–400 atau sejenisnya. Saat ini Bandara Hanadjoeddin didarati dua penerbangan sehari, pagi hari oleh Sriwijaya Air dan Batavia Air. Frekuensi penerbangan sewaktu–waktu bisa ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan melalui laut, pelayaran kapal feri cepat (Jet Foil), Pangkal Pinang (Bangka)–Tanjung Pandan (Belitung) dua kali sehari dengan waktu tempuh sekitar lima jam. Tersedia pula pelayaran dengan kapal cepat angkutan sungai danau dan penyeberangan (ASDP), Belitung–Sunda Kelapa, Jakarta.

Jika di Bangka ada Pantai Tanjung Pesona yang menawan dengan Hotel Tanjung Pesona dan Pantai Parai Tenggiri Parai Beach Resort, di Belitung ada Bukit Berahu Cottages di pinggir pantai Desa Tanjung Binga lengkap dengan kolam renang dan lapangan golf sembilan hole. Di Pantai Tanjung Tinggi, Sijuk ada “Lor In Hotels dan Resorts”. Di Belitung ada pemandian alam “Tirta Merundang Indah” di Desa Air Seruk, Kecamatan Sijuk, 15 km dari Tanjung Pandan. Mudah dicapai dengan berbagai jenis kendaraan, sekitar 30 menit dari Kota Tanjung Pandan.

Keindahan alam juga tampak di Selat Nasik, kecamatan di Pulau Mendanau, sekitar dua jam pelayaran dari Tanjung Pandan ke arah barat. Di sana ada atraksi menarik “Nundak” ikan tenggiri, memancing ikan tenggiri sambil mendayung perahu. Perairan Selat Nasik, potensial budidaya rumput laut dan ikan kerapu. Karena itu, Kecamatan Selat Nasik ditetapkan sebagai etalase perikanan dan kelautan Kawasan Barat Indonesia oleh Departemen Kelautan dan Perikanan. Selat Nasik punya beberapa macam kesenian tradisional yang terus dilestarikan, musik stambul pajar, permainan lesong panjang dan begubang. Ada rumah tradisional dengan arsitektur yang usianya 100 tahun lebih.

Batu granit
Sedikitnya ada delapan pulau kecil tak berpenghuni yang masuk Desa Tanjung Binga, Kecamatan Sijuk, yang terkenal dengan keindahan alam, pantai, dan bentuk alamiah batu granit yang mempesona. Pulau itu adalah Pulau Burung seluas 12 hektar dengan kebun kelapa dan bukit kecil di tengah pulau. Dinamakan Pulau Burung karena di satu sudut pantai terdapat batu granit setinggi 20 meter yang menyerupai burung.

Di Pulau Lengkuas terdapat mercu suar yang dibangun pada masa Belanda. Perairan di sekitar pulau ini banyak terdapat karang laut yang indah sehingga dijadikan objek menyelam oleh wisatawan. Pulau lainnya adalah Pulau Babi, Pegadaran, Lutung, Kera, Jukung, dan Jenang.

Di Belitung, wisatawan petualang bisa menikmati ombak laut sambil memancing pada malam hari dengan perahu bagan nelayan di Selat Gaspar yang memisahkan Pulau Bangka dengan Belitung. Caranya, bisa ikut nelayan bagan atau menyewa bagan berikut awaknya. Memancing di Selat Gaspar adalah obyek wisata eksklusif yang ditawarkan Belitung. Saat ini penduduk Belitung dan orang Jakarta pada akhir pekan memancing di laut dengan kapal sendiri atau menyewa perahu.

Di Tanjung Pandan terdapat Museum Geologi peninggalan kejayaan PT Timah yang pengelolaannya diserahkan kepada Pemkab Belitung. Museum yang menyimpan berbagai koleksi bersejarah dan budaya Belitung ini dilengkapi kebun binatang. Di sampingnya ada kolam renang Dayang Seri Pinai sebagai sarana olahraga. Pantai di Belitung yang terkenal adalah Tanjungpendam di Tanjung Pandan. Di pantai ini, setiap Juli dan Agustus dilaksanakan upacara ritual, Buang Jong.

Kabupaten Belitung merupakan wilayah kepulauan terdiri dari 189 pulau besar dan kecil, antara lain Pulau Belitung, Seliu, Mendanau, Nadu, dan Batu Dinding. Puncak tertinggi di Belitung, Gunung Tajam, 500 meter di atas permukaan laut (dpl).

Sedangkan fauna yang terkenal adalah, pelilean (Tarsius bancanus), lutung (Trachyphitecus), kelelawar putih (Pipistrellus vordermanni), burung ruik (Anthracoceros malayanus), seriwang asia (Tersiphpone paradisi), bangau tongtong (Leptoptilos javanicus), burung tutut (Megalaima rafflesii billitonis), nyatoh (Palaquaium rosratum), serta berbagai jenis kantong semar (Nepenthes SPP).

Terdapat kawasan pantai yang banyak ditumbuhi mangrove, yaitu di Selindang–Kelapa Kampit. Ada pula ekosistem kerangas yang langka, hanya terdapat di sedikit lokasi, satu di antaranya di Belitung. Lantai hutan yang putih pucat dan suhu panas dengan lebih dari satu jenis tumbuhan pemangsa serangga (karnivora), seperti kantong semar yang oleh masyarakat Belitung disebut ketakong atau kemidokan.

Tarian rakyat
Dalam pembukaan Gebyar Wisata Belitung di Gedung Pertemuan Tanjung Pandan, beberapa waktu lalu, ditampilkan tiga tarian yang dikenal luas oleh masyarakat Belitung. Ketiganya adalah, tari Tebas Berebun dari Pangkal Lalang. Tarian yang lincah dan heroik ini ditarikan oleh enam penari laki–laki berusia belasan tahun yang di pinggangnya terselip sebilah golok.

Zapin Kreasi dibawakan enam penari wanita yang elok dari Sanggar Karya Seni Tanjung Pandan. Tari Lesung Panjang ditarikan empat pasang remaja yang lincah dan dinamis. Tiga tarian yang ditampilkan ini sepintas menggambarkan kreativitas seni masyarakat Belitung yang tinggi.

Jadi, persiapkan diri Anda untuk menikmati keindahan Bangka Belitung di liburan tahun ini, semoga bermanfaat. (sumber : dari berbagai sumber)


Sumber:
Ani Nurdwiyanti adalah kontributor swaberita dan dapat dihubungi di ani.nurdwiyanti@swaberita.com
http://www.swaberita.com/2008/04/23/gaya-hidup/travel/berwisata-ke-bangka-belitung.html
23 Maret 2008

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar